Input
Profil UMKM: jenis usaha F&B, omzet, platform yang digunakan, pengalaman membuat video, serta skor literasi digital (L) dan kesiapan AI (A).
Kerangka konseptual Input–Proses–Output yang mendiagnosis kesiapan digital pelaku UMKM makanan & minuman, lalu memetakan bantuan AI-multimedia yang tepat ke tiap tahap produksi konten — dari ide hingga evaluasi.
Komponen model diturunkan langsung dari data pelaku usaha melalui pemaduan Design Science Research Methodology (DSRM) dengan pemodelan berbasis data.
Profil UMKM: jenis usaha F&B, omzet, platform yang digunakan, pengalaman membuat video, serta skor literasi digital (L) dan kesiapan AI (A).
Enam tahap: diagnosis kesiapan → pemetaan produk/konsumen/platform → perencanaan konten → pemanfaatan AI → produksi & distribusi → evaluasi & perbaikan.
Rekomendasi bantuan AI-multimedia per tahap: ide & tren, script & caption, aset visual, editing & subtitle, hingga distribusi ke Reels/TikTok/Shorts.
Model bekerja berurutan namun iteratif: hasil evaluasi menjadi umpan balik yang memperbarui input & penilaian kesiapan.
Skor S = 0,5·L + 0,5·A menentukan prioritas bantuan yang direkomendasikan model.
Fokus satu platform utama dan gunakan template siap pakai. Dampingi dari dasar literasi digital.
Tambah variasi konten & caption. Mulai manfaatkan AI untuk ide dan naskah.
Optimalkan jadwal tayang, uji beberapa hook, dan pantau analitik untuk iterasi berbasis data.
Penerapan operasional model: ide → script → visual → voice-over → editing → QC → distribusi → evaluasi.
TikTok · Instagram · ChatGPT/Gemini
ChatGPT/Gemini
Kamera HP · Canva · Magic Media
CapCut TTS · ElevenLabs
CapCut · Canva Video (9:16)
Checklist kesiapan konten
Reels · TikTok · WA/FB · Shorts
Insight/Analytics → umpan balik
Foto produk dari Wikimedia Commons (lisensi bebas) — Soto Ayam · Nasi goreng · Satay
Coba praktik langsung — ambil keputusan di tiap langkah dan lihat hasilnya.
Simulasi: Langkah 1 — Riset Tren